Maret6 - Meningkatkan Kesempatan untuk Melayani. Ayat Inti : "Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.". Yakobus 4:14 {ITB} Pengangkatan diri sendiri bukanlah agama. Tuhan meminta kita untuk setia kepada-Nya dalam menggunakan talenta Ayatqauliyah berupa ayat Al-Qur'an yang bisa kita baca dan ucapkan, sementara ayat kauniyah berupa realitas ciptaan di luar itu, seperti penciptaan manusia dan hewan, pergantian siang dan malam, serta fenomena alam lainnya. Termasuk segenap hal yang ada dalam diri manusia: tentang metabolisme tubuh, emosi, pikiran, perasaan, dan lain-lain. ErtYJQ. Oleh Safwannur, Alumnus Ponpes Ihyaaussunnah Lhokseumawe, Aceh dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah PUTM Yogyakarta. Pengajar di Ma’had Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرْهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِي اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهدُ أَنْ لاَ إَلَهَ إِلاّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ قال النَّبِيُّ كُنْ فِيْ الدُنْيَا كَاَنَّكَ غَرِيْبٌ, أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ, وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَآءَ, وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَاضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Di dalam Al-Qur’an Allah banyak bersumpah mengenai waktu. Ciri-ciri yang menonjol dari ayat sumpah adalah diawali dengan huruf waw qasam waw yang menunjukkan sumpah, di antaranya ada wa al-ashri demi masa, wa adh-dhuha demi waktu dhuha, wa al-laili demi malam dan lain sebagainya. Intensitas penyebutan yang berulang-ulang meskipun dengan diksi yang berbeda mengindikasikan betapa pentingnya menjaga dan memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Setiap manusia diberikan porsi waktu yang sama oleh Allah. Titik perbedaannya terletak pada cara mengelolanya dengan tepat atau tidak. Tak sedikit yang menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berfaedah, sehingga menjerumuskan dirinya pada jurang kesia-siaan. Padahal, kesempatan yang masih diberikan oleh Allah sejatinya untuk mengumpulkan amal shaleh sebanyak-banyaknya sebagai bekal yang akan dibawa pulang ke kampung akhirat kelak agar tidak termasuk golongan orang yang merugi. Allah SwT berfirman وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ العصر ١-٣. Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebaikan, dan saling nasehat menasehati dalam kesabaran. QS. Al-Asr [105]1-4 Ibnu Katsir menyebutkan bahwa al-Ashr adalah waktu atau masa yang padanya terjadi aktivitas anak Adam baik yang berupa kebaikan maupun keburukan. Baik dan buruk aktivitas keseharian yang dilakoni manusia merupakan pilihannya sendiri yang tentu segala konsekuensi berpulang kepada pribadinya. sumber Suara Muhammadiyah - Khutbah Jumat singkat bulan Dzulqa'dah akan membahas tentang peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Islam dapat menunaikan berbagai amalan sunnah di bulan Zulkaidah. Periode waktu sebelum Zulhijah dalam Kalender Kamariah tersebut memiliki banyak keutamaan. Sejumlah peristiwa penting masa lalu yang terjadi pada bulan ini juga bisa dijadikan sebagai pembelajaran satu peristiwa di bulan Zulkaidah adalah ketika Nabi Muhammad saw. melakukan haji wada’. Haji wada' merupakan peristiwa haji yang dekat dengan selesainya perjuangan Rasulullah saw. dalam menyebarkan Islam. Sebab tidak lama pasca terjadinya haji wada’, Nabi Muhammad saw. juga Contoh Teks Khutbah Jumat Bahasa Jawa Cara Menyambut Idul Adha Naskah Khutbah Jumat Singkat Cara Mendidik Anak menurut Hadits Khutbah Jumat Singkat Bulan Dzulqa'dah Peristiwa di Zulkaidah Bismillaahirrahmaanirrahiim..Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُأَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ، وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ سورة التوبة ٣٦Alhamdulillah. Puji syukur kehadirat Allah Swt. Berkat limpahan rahmat, taufik, serta inayah-Nya, kita hari ini, Jumat, [tanggal, bulan, tahun] dapat mengikuti majelis salat dan khotbah Jumat yang insyaallah diridai Allah dan salam Allah semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad saw., sosok uswatun-hasanah yang telah mengantarkan kita dari zaman kegelapan menuju masa yang kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Khatib memulai khotbah memulai dengan berwasiat kepada diri sendiri maupun jemaah sekali untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Swt. Sebab sebaik-baiknya orang beriman adalah mereka yang senantiasa bertakwa kepada Allah, menjalankan perintah dan menjauhi segala kesempatan ini, khatib akan menyampaikan khotbah seputar peristiwa di kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Umat Islam beberapa waktu mendatang akan memasuki 10 hari terakhir bulan Zulkaidah 2023. Berkenaan hal tersebut, kaum muslim sebaiknya memanfaatkan waktu-waktu terakhir bulan Zulkaidah 1444 H dengan memperbanyak amal merupakan salah satu asyharul hurum bulan haram, bulan yang dimuliakan Allah Swt., selain Muharram, Rajab, Zulhijah. Barangsiapa memperbanyak amal saleh di bulan Zulkaidah, pahala perbuatannya dilipatgandakan. Abdullah bin Abbas ra. pernah berkomentar mengenai pahala berlipat ganda bagi amal saleh di bulan Zulkaidah ketika membahas Surah At-Taubah ayat 36 sebagai berikut“Beribadah dan beramal saleh di bulan-bulan haram dilipatkan gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Demikian sebaliknya, bermaksiat dan berbuat dosa di bulan-bulan tersebut digandakan hukumannya”.Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Selain mengandung keutamaan serta berbagai amal saleh yang dianjurkan, bulan Zulkaidah menyimpan beberapa peristiwa penting dalam Islam. Peristiwa pertama yang terjadi di bulan Zulkaidah adalah Perang Bani Quraizhah pada Zulkaidah 5 ketika selepas sampai di Madinah, Rasulullah saw. ditemui Malaikat Jibril. Dalam pertemuan tersebut, Jibril memerintahkan kaum muslim agar menuju perkampungan Bani Quraizhah untuk mengepung kaum mengepung sekitar 25 malam, Bani Quraizhah menyerah dan tunduk kepada keputusan Rasulullah Saw. Perang Bani Quraizhah salah satunya disebutkan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri dalam kitab ar-Rahiqul Makhtum sebagai berikutوَقَعَتْ هَذِهِ الْغَزْوَةُ فِيْ ذِيْ الْقَعْدَةِ سَنَةَ الخَامِسَةَArtinya"Peperangan ini [Bani Quraizhah] terjadi pada bulan Dzulqa’dah tahun kelima [hijriah]".Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Peristiwa kedua yang terjadi di bulan Zulkaidah adalah pembicaraan Nabi Musa as. dengan Allah Swt. sewaktu menerima wahyu berupa Kitab Taurat. Peristiwa pembicaraan Nabi Musa dengan Allah Swt. termuat dalam Surah Al-A’raf ayat 143 sebagai berikutوَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَArab LatinnyaWa lammā jā'a mūsā limīqātinā wa kallamahū rabbuhū, qāla rabbi arinī anẓur ilaika, qāla lan tarānī wa lākininẓur ilal-jabali fa inistaqarra makānahū fa saufa tarānī, falammā tajallā rabbuhū lil-jabali jaalahū dakkaw wa kharra mūsā ṣaiqān, falammā afāqa qāla subḥānaka tubtu ilaika wa ana awwalul-mu'minīna.Artinya“Ketika Musa datang untuk [bermunajat] pada waktu yang telah Kami tentukan [selama empat puluh hari] dan Tuhan telah berfirman [langsung] kepadanya, dia berkata, 'Ya Tuhanku, tampakkanlah [diri-Mu] kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.' Dia berfirman, 'Engkau tidak akan [sanggup] melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung ia tetap di tempatnya [seperti sediakala], niscaya engkau dapat melihat-Ku.' Maka, ketika Tuhannya menampakkan [keagungan-Nya] pada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Maha Suci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman,” QS. Al-A'raf [7] 143.Selain 2 kejadian di atas, masih banyak peristiwa penting dalam Islam yang terjadi di bulan Zulkaidah sebagai berikut Paman Nabi Muhammad SAW, Abu Thalib meninggal pada Zulkaidah. Pada Kamis, 6 Zulkaidah tahun ke-10 hijriah, Rasulullah berangkat dari Madinah menuju Mekah untuk melaksanakan Haji Wada’. Pada Zulkaidah, Nabi Muhammad SAW menikahi Ummu Habibah, Ramlah binti Abu Sufyan ketika ia berada di negeri Habasyah atau Ethiopia. Pada Zulkaidah 41 H, Muawiyah bin Abu Sufyan menjadi khalifah pertama Dinasti Umayyah. Pada Sabtu, 7 Zulkaidah 403 H, ulama ahli ilmu kalam Imam Abu Bakr Al-Baqillani meninggal dunia. Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Demikianlah khotbah seputar peristiwa di bulan Zulkaidah. Semoga apa yang telah disampaikan memberikan kebermanfaatan baik dalam bentuk pengetahuan maupun hikmah bagi khatib maupun jemaah sekalian. Aamiin allahumma اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُKhutbah IIاَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌعِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. - Sosial Budaya Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Fadli Nasrudin Dalam kehidupan Kristen, kesempatan terakhir sangatlah penting karena setiap orang hanya memiliki waktu terbatas untuk menemukan jalan kebenaran dan keselamatan yang dijanjikan oleh Tuhan. Tanpa mengambil kesempatan terakhir, seseorang dapat kehilangan kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki hidupnya. Oleh karena itu, dalam khotbah ini, kita akan membahas mengenai arti penting dari kesempatan terakhir dalam kehidupan Khotbah Kristen tentang Masih ada Kesempatan Terakhir TerbaruDefinisi tentang kesempatan terakhirKalimat ini dapat diartikan sebagai kesempatan terakhir yang diberikan Tuhan kepada seseorang untuk mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya. Kesempatan ini seringkali muncul di saat-saat kritis atau di ujung hidup seseorang. Kesempatan terakhir memberikan kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki hidup seseorang sehingga dapat hidup sesuai dengan kehendak dari khotbah iniTujuan dari khotbah ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang arti penting dari kesempatan terakhir dalam kehidupan Kristen. Kita akan membahas bagaimana mengenali kesempatan terakhir dalam hidup kita, bagaimana memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, dan apa yang dapat kita harapkan jika kita mengambil kesempatan terakhir dengan sungguh-sungguh. Melalui khotbah ini, kita diharapkan dapat memahami bahwa kesempatan terakhir bukanlah sesuatu yang harus kita takuti, namun justru sebagai panggilan untuk bertobat dan mengambil langkah-langkah menuju kehidupan yang lebih Kesempatan TerakhirA. Pengertian kesempatan terakhirKesempatan terakhir adalah kesempatan yang diberikan Tuhan kepada seseorang untuk bertobat dan mengambil jalan yang benar dalam hidupnya. Kesempatan ini bisa muncul di saat-saat kritis atau di ujung hidup seseorang, dan Tuhan memberikan kesempatan tersebut sebagai panggilan untuk membuka hati dan menyerahkan hidup Cara Mengatasi Godaan untuk Orang KristenB. Pentingnya mengambil kesempatan terakhirMengambil kesempatan terakhir sangat penting karena setiap orang hanya memiliki waktu terbatas untuk memperbaiki hidupnya dan mencari kebenaran. Tanpa mengambil kesempatan terakhir, seseorang dapat kehilangan kesempatan untuk memperoleh keselamatan yang dijanjikan oleh Tuhan. Jika kita tidak mengambil kesempatan terakhir, kita akan kehilangan kesempatan untuk membangun hubungan yang benar dengan Tuhan dan akhirnya harus menerima akibat dari pilihan-pilihan Contoh dalam Alkitab tentang kesempatan terakhirAlkitab memberikan banyak contoh tentang kesempatan terakhir. Salah satu contoh yang terkenal adalah kisah orang kaya dan Lazarus Lukas 1619-31. Dalam kisah ini, orang kaya memilih untuk hidup dalam kemewahan dan mengabaikan kemiskinan dan kesulitan yang dialami Lazarus, yang duduk di depan gerbangnya setiap hari. Ketika keduanya meninggal, Lazarus pergi ke surga, sedangkan orang kaya pergi ke tempat penyiksaan. Orang kaya memohon kepada Abraham untuk memberikan kesempatan kedua kepadanya, tetapi Abraham menjelaskan bahwa kesempatan terakhir sudah habis dan tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki Diri dengan Kesempatan TerakhirA. Identifikasi kesempatan terakhir dalam kehidupan pribadiSetiap orang memiliki kesempatan terakhir dalam hidupnya, yang mungkin muncul dalam bentuk situasi atau keputusan penting yang harus diambil. Untuk mengidentifikasi kesempatan terakhir dalam kehidupan pribadi, seseorang perlu merenungkan hidupnya, menerima peringatan yang diberikan Tuhan, dan memperbaiki hubungannya dengan Tuhan. Kesempatan terakhir dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti mengakhiri kebiasaan buruk, memperbaiki hubungan dengan keluarga, atau mengejar panggilan Tuhan dalam Meningkatkan kualitas hidup dengan mengambil kesempatan terakhirMengambil kesempatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dengan mengambil kesempatan terakhir, seseorang dapat memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan orang lain, membangun karakter yang lebih baik, dan mencapai potensi hidup yang sebenarnya. Hal ini juga dapat membantu seseorang menemukan makna hidup yang sejati dan mencapai kedamaian dalam Belajar dari Tokoh-Tokoh Perempuan di AlkitabC. Contoh kesempatan terakhir dalam pernikahan dan keluargaKesempatan terakhir dalam pernikahan dan keluarga bisa muncul dalam bentuk konflik atau krisis yang memerlukan tindakan cepat dan tepat. Misalnya, seorang pasangan yang terlibat dalam pernikahan yang tidak sehat dapat mengambil kesempatan ini untuk mengubah cara mereka berinteraksi satu sama lain dan memperbaiki hubungan mereka. Kesempatan terakhir juga dapat muncul dalam bentuk tindakan kecil, seperti mengambil waktu untuk berbicara dengan anak-anak atau mengunjungi orang tua yang sakit. Dengan mengambil kesempatan terakhir, seseorang dapat memperbaiki hubungan keluarga dan menciptakan lingkungan yang sehat dan di dalam Kesempatan TerakhirA. Kesempatan terakhir sebagai panggilan untuk bertobatKesempatan terakhir dapat dianggap sebagai panggilan dari Tuhan untuk bertobat dan memperbaiki hubungan dengan-Nya. Saat seseorang merespon panggilan ini dengan hati yang terbuka, ia dapat merasakan pengampunan Tuhan dan menerima kesempatan untuk memulai hidup baru yang lebih baik. Bertobat juga berarti mengubah cara pandang dan cara hidup, mengarahkan hati pada Tuhan dan merenungkan tindakan yang harus diambil untuk memperbaiki Penerimaan kesempatan terakhir sebagai bentuk pengampunanKesempatan terakhir juga dapat dianggap sebagai bentuk pengampunan dari Tuhan. Dalam kehidupan, kita semua pasti melakukan kesalahan dan dosa, tetapi Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dan kembali pada-Nya. Melalui penerimaan kesempatan terakhir, kita dapat merasakan kasih dan belas kasih Tuhan yang tak terbatas, dan menjadi orang yang lebih Menemukan tujuan hidup melalui kesempatan terakhirKesempatan terakhir juga dapat membantu seseorang menemukan tujuan hidup yang sejati. Dengan memanfaatkan hal ini, seseorang dapat mengejar panggilan Tuhan dalam hidup, menemukan arti hidup yang sebenarnya, dan memberikan dampak positif pada orang lain di sekitarnya. Kesempatan terakhir dapat membawa seseorang pada jalur hidup yang benar, memungkinkannya mencapai potensi hidup yang sebenarnya, dan hidup dengan penuh Kesempatan TerakhirA. Memperkenalkan kesempatan terakhir kepada orang lainKesempatan terakhir yang diberikan oleh Tuhan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk diberikan kepada orang lain. Kita dapat berperan dalam menyebarkan kesempatan terakhir ini kepada orang lain melalui pengajaran Firman Tuhan dan dengan memberikan contoh hidup yang Membantu orang lain untuk memperbaiki hidupKita dapat membantu orang lain untuk memperbaiki hidup mereka dengan mengajak mereka untuk merespon kesempatan terakhir yang diberikan oleh Tuhan. Dengan memberikan dukungan dan bantuan pada saat yang tepat, kita dapat membantu orang lain mengatasi masalah hidup mereka dan menjadi lebih Menjadi saksi kebaikan TuhanMelalui kesempatan terakhir, kita dapat menjadi saksi kebaikan Tuhan di dalam hidup kita dan hidup orang lain. Dengan memanfaatkan kesempatan terakhir, kita dapat menunjukkan kekuatan dan kasih Tuhan dalam hidup kita, sehingga orang lain dapat terinspirasi dan merespon panggilan Tuhan dalam hidup Menjadi pelayan Tuhan yang baikKesempatan terakhir juga memanggil kita untuk menjadi pelayan Tuhan yang baik. Dengan memberikan pelayanan yang baik dan melakukan tindakan baik bagi orang lain, kita dapat memperkuat iman kita dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID IOtGiTpxF1RQMxNwPFL8SZNrZuyOfe8jPVKJJdmrNkQzlc9h1ptwhg== Orang paling kaya dan orang paling miskin sama-sama memiliki waktu 24 jam sehari. Begitu pula dengan orang sehat dan sakit, orang paling bahagia dan yang merasa paling kenapa kita sering merasa waktu kita tidak cukup untuk melakukan ini-itu? Atau, sebaliknya, kita memboroskan detik dan menit untuk melakukan hal-hal sepele atau yang tidak berfaedah bagi diri kita?Bagaimana agar kita lebih bijaksana menggunakan setiap saat yang Tuhan berikan dalam hidup kita?Making the Most of Your OpportunitiesMasalah kita sebenarnya bukanlah tentang kekurangan waktu, melainkan menulis kepada jemaat Kolose “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” – Kolose 45. Dalam New English Translation, ayat tersebut diterjemahkan sebagai, “Conduct yourselves with wisdom toward outsiders, making the most of the opportunities.”Artinya, dalam setiap tindakan kita, termasuk dalam interaksi dengan sesama di luar Gereja, kita perlu memerhatikan penggunaan waktu. Gunakan setiap kesempatan pergaulan kita dengan orang lain sebaik mungkin. Waktu kita tidak banyak, tetapi sering kali kita menghamburkannya untuk hal yang kurang bermanfaat bagi pertumbuhan Kerajaan versi King James, kata yang dipakai adalah redeeming the time menebus waktu. Begitu banyak jam dan menit kita yang hilang dengan mubazir. Jadi, sekarang bukan lagi saatnya berleha-leha. Kita diharapkan melakukan usaha dobel, bahkan tripel dalam memanfaatkan setiap saat yang ada dan membayar kesempatan yang disia-siakan di masa pribadi menyadari ada banyak momen yang mestinya dapat saya gunakan untuk memenangkan jiwa tetapi dilewatkan begitu saja. Mari kita perlakukan setiap momen yang Tuhan berikan dengan lebih serius. Hendaknya kita memakai setiap kesempatan interaksi dengan pribadi-pribadi lain untuk mengabarkan Injil tiga hal ini agar kita lebih menghargai waktu1. Jiwa adalah UkurannyaSebagai murid Yesus, muara dari seluruh aspek kehidupan kita adalah menggenapi amanat agung-Nya Matius 2819. Janganlah kita mengukur waktu berdasarkan uang. Ukuran kita adalah jiwa yang dimenangkan. Dan, pemenangan jiwa yang otentik selalu dilakukan oleh orang yang jiwanya berkelimpahan di dalam pun karunia pelayanan yang kita miliki, kita tetap perlu menjalankan amanat agung tersebut. Siapa yang sudah kita tuntun kepada Yesus? Sudahkah kita mengabarkan Injil Kristus kepada sesama lewat perbuatan kita sehari-hari? Untuk melakukannya, apakah jiwa kita sendiri sudah melimpah dengan kasih-Nya?2. Rencanakan Semua dengan BaikWaktu tidak bisa ditabung atau ditumpuk. Apa yang sudah berlalu tidak dapat kita tarik kembali. Dan, waktu yang tak direncanakan dengan baik akan menguap begitu saja, tanpa membawa kita lebih dekat kepada tujuan sisi lain, kelebihan orang yang memenangkan jiwa-jiwa, yang imannya terus bertumbuh dan mampu mencapai banyak hal, adalah pada pengaturan waktu dan bangun kebiasaan untuk mengatur tiap jam dan menit yang kita miliki. Apakah kita sudah menyusun rencana sebelum hari dimulai? Pastikan hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, kita punya perencanaan untuk setiap kegiatan Evaluasi dan Kreatif Ada jiwa yang butuh waktu lama hingga dapat dituai bagi Kristus, tetapi ada pula yang bisa sangat cepat. Selain butuh hikmat untuk membedakannya, kita juga perlu mengevaluasi cara interaksi kita dengan sesama dan bagaimana distribusi kalau perlu tuliskan, adakah hal yang harus kita lakukan secara berbeda besok dan seterusnya? Jiwa seperti apa yang kita mesti bawa ke dalam Kerajaan Allah? Tuhan Yesus selalu intensional melandaskan tindakan dengan niat dalam segala hal yang Dia kerjakan. Jadilah seorang yang intensional juga seperti tiga hal di atas dapat membantu kita bersikap lebih bijaksana terhadap setiap kesempatan dalam hidup untuk membawa orang lain kepada berdoa Bapa, ajari kami untuk melihat betapa berharganya tiap detik kami hari ini dari sudut pandang kerajaan Allah. Tiap momen yang kami miliki bernilai untuk kekekalan. Bantulah kami menggunakannya dengan penuh hikmat. Articles“Saya Sibuk. Bagaimana Caranya Mengatur Waktu untuk Saat Teduh?”Kapan Waktu Terbaik Untuk Saat Teduh?Gunakan Waktu untuk Tiga Hal Berikut, Selagi Masih Bisa Menyebut “Hari Ini”Indah Pada Waktu nyaAtur Waktu untuk Anak. Coba 3 Cara Ini! – Gereja GKDI–Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal Personal Bible Sharing, silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami Website Facebook Instagram Blog Youtube TikTok Visited 494 times, 15 visits todayLast modified Feb 28

khotbah tentang waktu dan kesempatan