Title Kemajemukan, toleransi dan kerukunan umat beragama : dari pemikiran dan pidato Presiden SBY/ H. Susilo Bambang Yudhoyono ; editor Ahmad Yani Basuki, Supama, Author: Susilo Bambang Yudhoyono*Haji|Ahmad Yani Basuki|Supama, Publisher:Jakarta : Staf Khusus Presiden Bidang Publikasi dan Dokumentasi Sekretariat Kabinet RI, 2013, Subject:Agama, kerukunan , Isbn: -4, Type: Monograf
Pidatotoleransi. 1. TOLERANSI (Kultum Prof. Dr. Quraisy Shihab) (Kultum oleh Prof. Dr. Quraisy Shihab, 2009)* Saudara. Ada istilah yang sering kita dengar yaitu toleransi, "tasamuh" dalam istilah agama. Toleransi adalah batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih dapat diterima.
Toleransiberagama berarti pengakuan akan keterbatasan suatu agama sebagai institusi pencarian karena agama dalam wajah manusiawinya ini terkait erat dengan keterbatasan manusiawi dan keterbatasan ruang dan waktu. [2] Manusia itu pada dasarnya tidak ada yang sempurna, dimata Tuhan manusia itu semuanya sama, tidak ada yang hebat maupun yang lemah.
Namu di balik itu, ada sebuah kisah yang mengingatkan kembali bahwa toleransi di bumi Papua sudah terjadi, bahkan sejak lama. Sebagaimana yang dilaporkan oleh jurnalis CNN Indonesia, Aghnia Azkia, tentang kisah Ali Mukhtar dan Fiktor Kogoya (7/27). Selepas insiden itu, rumahnya habis terbakar dan praktis tidak punya tempat tinggal, tapi berkat
Ajakanpersonal maupun LSM semua ada dalam tradisi Indonesia. Sanad ilmu kita jelas, rantai keilmuan kita juga sahih, kita harus saling belajar, memahami, toleransi antar dan inter-umat beragama. Saya mengajukan indikator sederhana dalam moderasi dan toleransi beragama, merujuk pada buku kuno Republik Plato dan Ethika Nichomacus Aristoteles
InXgW. Teks Pidato Toleransi Antar Umat Beragama Assalamuallaikum Bapak-Ibu guru yang kami hormati, serta teman-teman yang saya cintai! Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat-Nya kepada kita. Sehingga kita dapat berkumpul bersama. Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidhato mengenai Toleransi Antar Umat Beragama. Manusia hidup di dunia ini tidak lepas dengan yang namanya Interaksi, atau hubungan timbal balik. Karena manusia adalah makhluk sosial. Makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, apalagi dalam memenuhi kebutuhan, khususnya di lingkungan masyarakat. Antar manusia itu saling ketergantungan dalam segala bidang kehidupan. Namun dalam kehidupan itu pastilah ada perbedaan, karena Allah meciptakan manusia itu bersuku suku, berbangsa-bangsa, dan beraneka ras. Untuk meciptakan kehidupan damai dan terbebas dari konflik perbedaan maka diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama. Sikap saling menghargai ini sering kita artikan dengan toleransi, sedangkan dalam istilah arab adalah tasamuh. Toleransi itu adalah sebuah elemen penting dalam terciptanya suatu ikatan hubungan dalam kehidupan. Termasuk yang terpenting adalah toleransi dalam beragama. Agama adalah pegangan hidup seseorang, dan Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak untuk menyembah Tuhan diberikan oleh Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh mencabutnya. Toleransi agama ini terdapat dalam beberapa firman Allah di Al-Quran, salah satunya adalah surat QS. Al-Baqarah256, Allah Swt berfirman “Tidak ada paksaan dalam beragama Islam. Sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. Karena itu, barangsiapa yang ingkar kepada thagut tuhan selain Allah dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah maha mendengar, lagi maha mengetahui.” QS. Al Baqarah256 Kebebasan untuk memilih agama dalam ayat ini mengandung maksud, bahwa memeluk agama Islam tidak menghendaki adanya paksaan, melainkan melalui kesadaran dan keinginan pribadi yang bersangkutan. Bagi mereka yang berkenan, dipersilahkan, bagi yang tidak, adalah hak mereka sendiri untuk menolak dengan sepenuh hati. Untuk itu marilah mulai sekarang kita menanamkan sikap saling mengormati dan menghargai antar sesama. Sekianlah yang dapat saya sampaikan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kekurangan dan tutur saya yang salah saya mohon maaf sebesar besarnya. Wabillahi toufik hidayah, wassalamuallaikum warhmatullahi wabarakatuh.
- Simak contoh pidato tentang menjaga kerukunan antar umat beragama di bawah ini dengan harapan bahwa seluruh masyarakat Indonesia dapat hidup dengan penuh kedamaian dan ketentraman. Menjaga kerukunan antar umat beragama sangatlah penting agar terhindar dari permusuhan dan juga saling curiga mencurigai. Antar umat beragama diharuskan saling menghormati dan saling menghargai terhadap agama dan ajaran yang dianut agar tercipta kehidupan yang rukun dan harmonis. Baca Juga SDN 1 Sidomulyo Jadi Tuan Rumah Babak Penyisihan Kompetisi Matematika Suprarasional KOMAS se-Indonesia ke-18 Berikut contoh pidato menjaga kerukunan antar umat beragama yang bisa anda sampaikan di dalam forum kegiatan atau acara lainnya. Assalamualaikum warohmatullahi Wabarokatuh. Selamat pagi/siang/malam untuk saudara sebangsa dan setanah air yang saya hormati dan cintai. Salam Sejahtera untuk kita semua. Om Swastiastu. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan. Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang maha pengasih tanpa pilih kasih dan maha penyayang tanpa pilih pandang. Karena atas kuasa dan kehendak-Nya kita semua dapat berkumpul di tempat yang penuh hikmah dan barokah ini. Tak lupa pula sholawat serta salam mudah-mudahan tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan kepada zaman yang terang benderang ini. Terkini
TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Alhamdulillah alamin wassalatu wassalamu ala asrofil ambiyai walmrsalin syaidina wamaulana muhammadin wa ala alihi wasahbihi ajmain. Puji syukur kehadirat Alloh telah memberikan rahmat taufik serta hidayahnya kepada kita sehingga kita bisa berkumpul disini dalam keadaan sehat serta salam tak lupa kita curahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad SAW,yang telah mengantarkan kita dari jaman jahiliyah menuju jaman islamiyah Pada kesempatan yang berbahagia ini ijinkan saya menyampaikan pidato yang berjudul Toleransi Antar Umat Beragama. Aarr Artinya ”dan tolong menonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” Manusia hidup di dunia ini tidak lepas dengan yang namanya Interaksi, atau hubungan timbal balik. Karena manusia adalah makhluk social. Makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, apalagi dalam memenuhi kebutuhan, khususnya di lingkungan masyarakat. Antar manusia itu saling ketergantungan dalam segala bidang kehidupan. Kita itu bagaikan seekor lebah dengan bunga, bagaikan kerbau dengan burung jalak saling membentuk simbiolisme untuk bertahan dalam kehidupan itu pastilah ada perbedaan, karena Allah meciptakan manusia itu bersuku suku, berbangsa-bangsa, dan beraneka ras. Untuk meciptakan kehidupan damai dan terbebas dari konflik perbedaan maka diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama. Sikap saling menghargai ini sering kita artikan dengan sebuah kata Indah nan bermakna . Ya apa lagi kalo bukan Toleransi, kalo dalam istilah arab ya tasamuh. Toleransi itu adalah sebuah elemen penting dalam terciptanya suatu ikatan hubungan dalam kehidupan. Termasuk yang terpenting adalah toleransi dalam beragama. Agama adalah pegangan hidup seseorang, dan Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak untuk menyembah Tuhan diberikan oleh Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh mencabutnya Toleransi beragama ini sendiri sudah dijalankan oleh nabi Muhammad SAW, ya salah satu contohnya adalah saat nabi menjadi pemimpin di madinah, dimana beliau menyatukan seluruh masyarakat, suku yang ada di madinah. Terbukti dengan adanya perjanjian antara nabi dengan umat yahudi dan nasrani, dimana mereka diperkenaankan untuk menjalankan ibadah mereka masing2, namun dengan satu syarat yaitu hidup bersama di madinah haruslah saling menghargai, menjaga kerukunan dan kesatuan madinah. Perjanjian ini dikenal dengan piagam madinah. Nah sahabat2 rohimahqumullah Mengingat Toleransi itu sangat penting, lalu fungsi toleransi itu apa sih sebenrnya ? apa Cuma buat menghargai, menghormati kebebasan ? jawabannya adalah NO. Jawabannya apa ? NO !! Everybody say no !!! Yang pertama adalah Menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam pergaulan antar sesama umat manusia Memperbanyak persaudaraan dan persahabatan Menghilangkan kesulitan yang ada pada diri sendiri maupun pada orang lain Nah sahabat Perbedaan itu hadir bukan sebagai pemisah tapi untuk mengeratkan hubungan dengan memperkaya warna dunia. Berbeda tapi tetap satu selera, satu tujuan yaitu menciptakan kehidupan yang damai dan saling membentuk ikatan atau simbiolisme yang mutualisme yaitu saling menguntungkan. Nah sahabat, dari materi-materi yang telah kita pelajari tadi, maka dapat ditariklah sebuah kesimpulan yaitu Islam memerintahkan kepada umatnya untuk saling tenggang rasa dan toleransi dalam menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Allah Swt sengaja menciptakan manusia berbilang bangsa dan suku hanya untuk menguji, mampukah manusia untuk hidup rukun dan damai penuh kasih sayang di dalam mencari kebenaran di sisinya, serta sikap toleransi yang kita lakukan akan menciptakah bahtera kehidupan yang damai dan penuh keharmonisan. Nah sahabat, untuk itu marilah mulai sekarang kita menanamkan sikap saling mengormati dan menghargai antar sesama. Kita tau bahwa air dan minyak tidak pernah bisa bersatu, namun kita tahu juga walaupun tidak bisa bersatu mereka tetap bisa berdampingan. Ada kehangatan di setiap perbedaan. Nah sohabat, sekianlah yang dapat saya sampaikan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Apabilah ada kekurangan dan tutur saya yang slah saya mohon maaf sebesar besarnya, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kesalahaan hanya ada pada diri saya. Wabillahi toufik hidayah, wassalamuallaikum warhmatullahi wabarakatuh.
76% found this document useful 21 votes43K views2 pagesOriginal TitleTeks Pidato Toleransi Antar Umat © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?76% found this document useful 21 votes43K views2 pagesTeks Pidato Toleransi Antar Umat BeragamaOriginal TitleTeks Pidato Toleransi Antar Umat to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
السلام عليىكم ورحمة الله وبركا ته الحمدالله الرب العا لمين و به نستعين و على امورالدنيا والدين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله وصحبه اجمعين اما بعد Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Alloh SWT yang mana pada kesempatan yang berbahagia ini, kita semua masih diberi nikmat berupa iman, islam, serta ihsan, sehingga dapat berkumpul bersama dalam Majelis yang Insyaalloh dirahmati oleh Alloh SWT. Sholawat serta salam tak lupa kita haturkan , kepada panutan kita, pimpinan kita Nabi Agung Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang. Semoga kita semua tergolong umat yang mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat. Allohuma aammin. Terimakasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan kepada saya untuk berbicara dihadapan para hadirin sekalian. Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan pidato dengan tema sosial-keagamaan yang berjudul “ toleransi antar umat beragama sebagai kebutuhan sosial-masyarakat”. Hadirin yang dirahmati oleh Alloh SWT. Manusia hidup di dunia ini tidak bisa lepas dengan namanya Interaksi, atau hubungan timbal balik. Karena apa ? karena manusia adalah makhluk sosial. Manusia membutuhkan mahluk lain untuk memenuhi kebutuhannya dan saling ketergantungan dalam segala bidang kehidupan. Kita itu bagaikan seekor lebah dengan bunga, bagaikan kerbau dengan burung jalak, bagaikan ikan remora dan ikan hiu yang saling membentuk simbiolisme untuk bertahan hidup. Akan tetapi dalam kehidupan ini ada yang banyak sekali perbedaan, karena memang Alloh SWT telah menciptakan manusia secara bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Untuk meciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari konflik perbedaan maka diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama. Sikap saling menghargai ini sering kita artikan dengan sebuah kata Indah nan bermakna . Apa lagi kalo bukan Toleransi, atau dalam bahasa arabnya “tasamuh”. Hadirin yang dirahmati oleh Alloh. Toleransi itu adalah sebuah elemen penting dalam terciptanya suatu ikatan hubungan dalam kehidupan. Termasuk yang terpenting adalah toleransi antar umat beragama. Nah toleransi agama ini sendiri sudah diatur dalam beberapa firman Allah di Al-Quran, salah satunya adalah surat QS. Al Baqarah256, Allah Swt berfirman لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّين “Tidak ada paksaan dalam beragama Islam. Sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah.” QS. Al Baqarah256 Hadirin yang dimuliakan oleh Alloh Ayat tersebut mengandung maksud bahwa memeluk agama Islam tidak menghendaki adanya paksaan, melainkan melalui kesadaran dan keinginan pribadi yang bersangkutan. Bagi mereka yang berkenan, dipersilahkan, bagi yang tidak, adalah hak mereka sendiri untuk menolak dengan sepenuh hati. Tetapi sudah jelas antara jalan yang benar dan yang salah. Toleransi beragama ini sendiri sudah dijalankan oleh nabi Muhammad SAW, salah satu contohnya adalah saat nabi melakukan perjanjian dengan umat yahudi dan nasrani, dimana mereka diperkenaankan untuk menjalankan ibadah mereka masing2, namun dengan satu syarat yaitu haruslah saling menghargai, menjaga kerukunan dan kesatuan madinah. Perjanjian ini dikenal dengan piagam madinah. Nah hadirin sekalian perbedaan itu hadir bukan sebagai pemisah tapi untuk mengeratkan hubungan dengan memperkaya warna dunia. Berbeda tapi tetap satu selera, satu tujuan yaitu menciptakan kehidupan yang damai dan saling membentuk ikatan atau simbiolisme yang mutualisme yaitu saling menguntungkan. Hadirin yang dirahmati oleh Alloh Dari apa yang telah kita pelajari tadi, maka dapat disimpulan, yaitu Islam memerintahkan kepada umatnya untuk saling tenggang rasa dan toleransi dalam menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Allah Swt sengaja menciptakan manusia berbilang bangsa dan suku hanya untuk menguji, mampukah manusia untuk hidup rukun dan damai penuh kasih sayang di dalam mencari kebenaran di sisinya, serta sikap toleransi yang kita lakukan akan menciptakah bahtera kehidupan yang damai dan penuh keharmonisan. Nah hadirin sekalian , untuk itu marilah mulai sekarang kita menanamkan sikap saling mengormati dan menghargai antar sesama. Kita tau bahwa air dan minyak tidak pernah bisa bersatu, namun kita tahu juga walaupun tidak bisa bersatu mereka tetap bisa berdampingan. Ada kehangatan di setiap perbedaan. Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kekurangan ataupun tutur kata saya yang salah saya mohon maaf yang setulus-tulusnya, karena kesempurnaan hanyalah milik Alloh dan kesalahan hanya ada pada diri saya. Bila ada sumur diladang, boleh kita menumpang mandi Bila ada umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi وبالله توفق و الهدية والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته
pidato tentang toleransi umat beragama